Polisi Sektor Tampan menggiring terduga anggota geng motor di Jalan Garuda Sakti Panam, Ahad (25/8/2013). Foto: defizal/riau pos
PEKANBARU (RP) - Aparat kepolisian di jajaran Polresta Pekanbaru langsung beraksi menyikapi maraknya aksi kriminalitas yang dilakukan oleh geng motor belakangan ini.
Ahad (25/8) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, Polsek Tampan meringkus tujuh orang pemuda yang diduga merupakan anggota geng motor. Sementara itu, disaat bersamaan, dua pemuda diketahui jadi korban aksi geng motor di lokasi berbeda.
Dibekuknya tujuh orang anggota geng motor ini berawal dari patroli yang dilakukan Tim Opsnal Polsek Tampan, Sabtu (24/8) malam hingga Ahad (25/8) dini hari kemarin.
Saat tiba di Jalan Garuda Sakti, tim yang diturunkan berpapasan dengan sekelompok geng motor persis di depan SPBU Km 3 Kecamatan Tampan.
Langsung saja saat itu, empat orang yang diduga kuat merupakan anggota geng motor masing-masing Fe (15), warga Perumahan Melati Sedia Mulia, Tampan, Ha (16) warga Jalan Tuanku Tambusai, Ra (16) warga Pasar Baru dan Lalu Al (15) diamankan.
Setelah mengamankan empat orang ini, pengembangan lalu dilakukan terhadap anggota kelompok yang diamankan tersebut. Berturut-turut tiga pemuda lain yakni, Da (16), Ra (13) dan Pu (15), diamankan selanjutnya. Da dan Ra dibekuk di Perumahan Athaya, sementara PU di Warnet Jalan Bangau Sakti.
Kapolsek Tampan Kompol Suparman SIk saat dikonfirmasi wartawan membenarkan adanya penangkapan tujuh orang anggota geng motor ini.
‘’Mereka kita tangkap atas informasi warga. Saat ini ketujuhnya masih diamankan di Mapolsek Tampan untuk pengembangan lebih lanjut,’’ jelas Kapolsek.
Dua Remaja Dianiaya
Sementara itu, korban aksi kekerasan geng motor kembali terjadi. Dua pemuda, yakni Gabean Binar (16) dan Kenny Daglish (17), keduanya warga Jalan Dharma Bakti Kecamatan Payung Sekaki diserang oleh kelompok geng motor yang sama di dua lokasi yang berbeda. Di antara pelaku, korban mengenali dua di antaranya Ab dan Si.
Pantauan Riau Pos, korban dan keluarga korban geng motor tampak mendatangi Mapolresta Pekanbaru sekitar pukul 03.00 WIB.
Gabean tampak didampingi orang tuanya dengan wajah yang masih terlihat pucat, sementara orang tua Kenny Daglish tampak melaporkan penganiayaan terhadap anaknya.
Kenny sendiri terbaring di Rumah Sakit Santa Maria akibat luka bacokan di tangan.
Dari keterangan yang diberikan Gabean dan keluarga Kenny, diduga kelompok geng motor yang menyerang dan melukai mereka adalah kelompok yang sama.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, orang pertama yang menjadi korban adalah Kenny. Saat itu, sekitar pukul 23.00 WIB, ia yang berada di salah satu warnet di Jalan Harapan Jaya didatangi sekelompok geng motor.
Entah bagaimana mulanya, ia langsung diserang hingga mengalami luka bacok di bagian tangan. Pelaku yang kemudian diketahui merupakan kelompok Ab lalu kabur dengan membawa sepeda motor Kenny.
Beruntung bagi korban, ia sempat diselamatkan dan saat ini menjalani perawatan atas luka bacok di tangannya.
Berselang sekitar 30 menit, kelompok yang menganiaya Kenny ini membikin onar lagi dengan korban Gabean. Kepada Riau Pos saat ditemui di Mapolresta, Gabean mengungkapkan ia tak tahu bagaimana bisa diserang oleh kelompok geng motor ini.
‘’Lagi makan nasi goreng berlima pukul 23.30 WIB di Jalan Dahlia depan Indomaret,’’ jelasnya mengingat kembali kejadian tersebut.
Kapolresta Pekanbaru, Kombes Pol Drs R Adang Ginanjar melalui Kasat Reskrim, Kompol Arief Fajar Satria SH SIK saat dikonfirmasi terkait peristiwa ini mengatakan, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga melakukan penganiayaan tersebut.
‘’Identitasnya sudah kita kantongi. Anggota di lapangan masih melakukan pengejaran,’’ paparnya.(ali)
Tujuh Anggota Geng Motor Ditangkap
Views:
Category:
ALL
0 komentar:
Post a Comment